Dia datang


Post Views: 11 Dia datang Bersama seluruh cahaya benderang Merasuk ke dalam jiwa-jiwa murni nan sepi Menangis haru atas sempat yang kembali terulang Dia datang Mendambakan tenang tanpa ledakan Diisi dengan tangan-tangan terangkat Yang menampung bisik-bisik indah tiada tercekat Dia datang Mengingatkan akan kenang tanpa kita disana Bagaimana Baginda Nabi berjuang bersama semua yang mempercayainya

Goresan Asa Muharram


Post Views: 8 Goresan narasi asa perenungan Tentang kualitas diri kita dan amalan Jangan sampai sesal mendatangi Ketika semua telah usai Harapan dilembar baru Tak terasa tahun demi tahun, terlewati begitu saja Membawa sebuah harapan Bagi kita yang terus mencari Selama masih ada waktu untuk berubah Kesempatan yang telah diberikan Semua tergantung pilihan Tidak ada

Muharram


Post Views: 10 Menepati hari harimu Aku merasakan hara biru kasih sayang Oh Muharram oh Muharram Bulan penuh cium kasih Memasuki nuansamu Meneteskan untaian doa-doa indah Beraroma syurgawi dari mulut-mulut mungil Kekasih para nabi Muharram… Padamu aku menemukan Kasih dan sayang nan tulus Izinkan aku menjadi bagian darimu Agar aku menjadi pribadi yang lebih baik

Kubuka Untukmu Muharram


Post Views: 10 Waktu ke waktu telah berlalu… Tercetak kisah candu dosa masa lalu… Kecerobohan,kelalaian,dan penyesalan terukir abadi bagai takdir tak membanah… Harapku buntu,terngiang pasrah di dalam batinku.. Di dunia yang sedang dibuai Mala petaka… Batasan jarak dan alihan waktu tak terarah… Ambil hikmah kecil ranah tanahpun tak terarah… Belajar memetik dari setitik bulan harapan..

Muharram Yang Agung


Post Views: 39 Ketika matahari terbenam di ujung tahun Dan malam mulai menyingkap gelap Adakah kau mendengar gemuruh bergelombang, Seperti ombak di laut tak pernah henti? Dengarkan di dalam hati…. Ayat-ayat ini terus saja berirama menyebrangi samudra Dan benua-benua membangun jiwa-jiwa letih untuk berdiri Merapatkan barisan menyambut Muharram yang agung Tidakkah kau dengar air mata

Muharram dan Waktu


Post Views: 8 Deret angka yang berjalan Meniti hari demi hari Melewati pergantian bulan Menuju perjumpaan yang dinanti Hadirmu telah ada sejak lama Namun mataku membuta Lamaku melalaikanmu Tanpa peduli betapa berharganya dirimu Harimu pun tiba Membangunkanku dari mimpi kosong Waktu yang terbuang Dan janji yang tak tertunaikan Kesempatan yang tak datang dua kali Memaksaku

Lembar Baru


Post Views: 18 Gelora kumandang azan fajar itu Iringan merdunya kokok ayam Tanda terang lembaran baru Angan menyapa bertemu muharram Kini… saudara… Kita kembali pada bulan Allah Hadiah maha kuasa pada dunia Kini… Saudara.. Kepala tegak di awalan hijriah Bentuk rasa suka cita pada pencipta Lembaran baru dibuka kembali Mari bersama kuatkan iman Kesabaran kunci

Larung Satu Suro


Post Views: 36 maka begitulah rute menapaki hamparan kertas putih dalam hening kian membisu, memagut tubuh sendiri memuasai seluruh asuh dari angkuh melafalkan keluhuran biarkan aku ziarah ke makammu, kiranya tungkaiku tak mampu lagi mengendus aroma tanah pun di dekap nyeri prihatin kujumpai kearifanmu pada pesisir segara aku menelusuri balasan: apakah mandung hitam dan empu

Muharram yang Agung


Post Views: 13 Ketika matahari terbenam di ujung taken Malam mulai menyingkap gelap Kau dengar gemuruh sujud bergelombang Ombak dilaut tak pernah henti Ayat itu terus berirama Benua membangunkan jiwa letih Untuk segera berdiri Merapatkan barisan menyambut muharram yang Aging . Kau dengar air mata yang tumpah Mengalirnya air dibawa battery Kau dengar untain mutiara

Di kesungguhan waktu magrib


Post Views: 19 Tubuh ini telah kubersihkan Mata ini setiap saat ku jaga Pakaian senantiasa tanpa keangkuhan Pikiran ini ku fokuskan Untuk pergi ke masjid bersama sahabat Di atas lantai kulantunkan ayat-ayat suci Melantunkan ayat per ayat dengan fasih Terlantur dalam jiwa yang telah suci Hitungan detik akhir tahun 1442 Hijriah Ku letakkan Alquran dengan