Senja Ramadhan

Aliran sungai yang teralun indah.
Kicauan burung yang terdengar mesra.
Nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan.???

Minggu pagi, hari dimana jenjang perkuliahan dibebaskan.
Aku, Fatimah az-zahra. Wanita sembilan belasan tahun yang hidup di daerah pemesanan kuno. Yang dibesarkan oleh kerasnya kerikil kehidupan.
Aku tak hidup sendiri, ada sosok laki-laki tangguh yang selalu bersiri disampingku. Mendukung akan semua pilihan hidupku. Sosok itulah yang selalu membimbingku untuk tetap terdekap dengan alunan ayat-ayat suci-NYA.
Genap satu tahun sudah aku mengkhatamkan al-quran. Mengalun langkah tuk meniti jejak ridho sang kuasa. Mengabaikan akan kenikmatan dunia yang sementara. Tegar mengahadapi segala cemoohan orang-orang.
Aku duduk dibangku perkuliahan universitas Gajah Mada. Menempuh semester kedua yang tak cukup mudah bagiku. Di Universitas inilah aku bertemu dengan sahabat surgaku (ammiin). Sahabat yang selalu menuntun tapak ku saat jauh dari kebenaran. Kayla.. Ya, namanya Kayla. Sahabat yang selalu ada untukku.
Setiap minggu, ku isi kegiatanku dengan Kayla tuk bertamu ke rumah Tuhanku. Bersujud dan berserah diri padanya. Melantunkan kembali ayat-ayat yang sudah ku hapalkan dulu.
Tak terasa, besok pagi adalah hari yang luar biasa. Hari dimana umar islam dipertemukan dengan bulan yang sangat istimewa… Yaitu bulan Ramadhan. Perkuliahan akan diliburkan hingga satu minggu ke depan. Aku dan Kayla pun berencana untuk tetap datang bertamu ke rumah sang kuasa ini.
“Hey kay.. Besok kita kesini lagi ya.. ” Kataku pada nayla.
Ia menoleh.. “Pasti..! Kita akan tetap berkunjung hingga perkuliahan selesai tuk diliburkan. ” Cetus nya
“Oke… ” Ucapku dengan menunjukkan jari jempolku pada Kayla. Ia tersenyum
Lalu aku dan Kayla kembali melantunkan ayat-ayat indah yang digunakan tadi.
*****
Keesokan paginya, sesuai janjiku dengan Kayla. Aku pergi ke masjid lebih awal dari sebelumnya. Berharap limpahan ridho-NYA tertuang pada kami. Mendekap bongkahan kitab tebal yang diwahyukan pada pemimpin kami. Baginda Muhammad SAW.
Detik demi detik pun berlalu. Menunjukkan sudah berjam-jam kami berjalan dari rumah. Karena jarak rumah kami dengan masjid memang cukup jauh. Membutuhkan waktu berjam-jam untuk kami tiba di masjid. Sesaat
“Astaghfirullah.!! Aku terkejut..seseorang telah menabrak ku. Membuat mushaf kesayanganku jatuh terdampar tepat di tempat kakiku terpijak.
” Astaghfirullah.!! Afwan ukhti. Afwan saya tidak sengaja. Mari saya bantu mengambilkan mushaf nya. ” Ucapnya dengan raut penuh rasa bersalah.
Aku tertegun, sesaat ku pandangi wajahnya,,,,, “ya Allah… Ampunilah. Cepat ku usap wajahku dengan kedua telapak tangan. Tapi, wajah itu… Tetap saja aku berlabuh di keindahannya.
Aku diam, masih teralun dalam hayalan. Tak lama
” Ukhti..?? Melambaikan tangan didepanku.
“Aaahh iya..?? Afwan afwan” Kata yang spontan keluar dari mulutku.
“Seharusnya saya yang meminta maaf. Maaf tadi itu saya beneran tidak sengaja. Ini mushaf nya (menyodorkan mushaf padaku)
” Eeh iya.. Tidak apa-apa. Ini salah saya juga. Tadi saya jalan tidak hati-hati. Eeemm nama kamu siapa.?? Spontan kata itu keluar dari mulutku.,,, aku langsung tertunduk.. Menyembunyikan rona merah wajahku karena malu.
“Eeh nama saya.?? Ucapnya
Aku mengangguk
” Nama saya Ali. Muhammad Ali. Jika boleh saya tau, nama ukhti???
Aku terkejut.! Tak ku pikir dia akan menanyakan namaku kembali.
“Ssaayya Fatimah. Fatimah az-zahra
Ia memandangku. Sesaat tersenyum ke arah ku. Lalu disatukan tangannya didepan dada sebagai tanda kesopanan bahwa ia benar-benar menghargaiku. Aku pun melakukan hal yang sama.
Tersenyum ” Mari ukhti.. Saya pamit duluan. Assalamualaikum
“Waalaikassalam.. ” Jawabku bersamaan dengan Kayla.
“Hey.! Kamu melamun ya.?? Hayalin cowok yang tadi?? Masya Allah dia ganteng banget. Kayak bidadara deh.. ” Terkekeh menertawai ku.
Ku tepis jauh pikiranku. “Astaghfirullah.!! Rilih ku dalam hati. Aku tidak boleh seperti ini. Ini haram.!! Ini zina.!! Ya Allah maafkan atas kekhilafan ku.
*****
Tak terasa, ternyata kami sudah sampai tepat dihalaman masjid nurul Huda. Masjid yang biasa ku kunjungi dengan nayla untuk bermunajah dengan sang kuasa. Berjalan ku tuk mengambil air wudhu. Kembali mensucikan jiwa dan ragaku.
” Fatimah..! Panggil Kayla dari dalam masjid
Aku menoleh, sesaat ku anggukkan kepalaku kearahnya.
“Eh tadi kamu beneran hayalin cowok itu ya.?? Mencondongkan wajahnya ke wajahku
” Apapa.?? Iih kamu ngaco deh” Gugup. Takut Kayla akan tau apa yang sedang aku pikirkan.
“Tapi tadi aku beneran perhatiin kamu lho… Kamu kayak kagum gitu sama dia.. Kamu beneran nggak hayalin dia??? Kamu nggak lagi bohong kaaaaaann.?? Inget puasa lhoo” Melotot memandangku
Aku tertunduk, ya Allah maafkan aku. Aku sudah membohongi Kayla. Apa harus ku katakan yang sebenarnya.???? Tapi_
“Hey Fatimah.! Tuh kan kamu melamun lagi
” Eeeh hehe. Nggak kok” Malu
Aku pun dan Kayla melanjutkan tuk bermunajah dengan Tuhan kami. Ku buka mushaf kesayanganku. Tampak kotor diselimuti debu. Ku usap mushaf kesayanganku dengan ujung jilbab. Aku sedikit geram. “Ini semua gara-gara cowok yang tadi.! Eh tapi kok mikirin dia lagi ya.?? Astaghfirullah…. ” Dengan cepat ku mulai melantunkan ayat-ayat indah-NYA. Berharap sosok bayangannya hilang.
*****
Dentuman jam pun menunjukkan pukul 04:25.cukup bagiku berjalan kaki tuk menempuh perjalanan ke rumah. Ya rumahku dengan Kayla tidak terlalu jauh. Karena itulah kami semakin dekat dan selalu bersama.
“Eh kay… Pulang yuk. Dah sore nih” Ucapku
“Iya ni.. Ayuk
Cukup 2 menit untuk kami merapikan mukenah dan mushaf kesayangan kami. Memasukkan kembali ke dalam tas sederhana yang kami miliki. Seketika, kami berjalan keluar gerbang. Tak lama_
” Assalamualaikum…
“Waalaikassalam.. ” Jawabku hampir bersamaan dengan Kayla. Eeh tapi ini kan cowok yang tadi pagi.?? Dia mau ngapain lagi.??
“Afwan ukhti. Saya memang tak sopan mengajak ukhti berbicara disini. Saya hanya ingin tau alamat ukhti dimana.?? Afwan sebelumnya.. ” Menundukkan kepala
“Siapa.?? Cetus ku. Aku atau Kayla.??
” Afwan afwan… Maksud saya ukhti Fatimah. ” Memandangku.. Lalu menggoreskan senyum padaku
Aku terpana… “Masya Allah senyumnya.. ” Lirih ku dalam hati. Inikah yang dinamakan senja ramadhan.?? Sungguh indah ciptaanmu ya Allah
“Aku dari dusun mawar. Cukup jauh dari sini… Kenapa?? Jawabku
Ia tersenyum lagi, aku kembali jatuh diredam manisnya senyuman itu. Aah kembali ku menyesali tingkahku. Ini salah.! Ku ucap istighfar dalam hati, ku tundukkan pandanganku. Cukup lama ia memandangiku.. Tiba-tiba_
“Ada lagi..?? Kayla mengangkat bicara. Jika tidak ada kami permisi pulang duluan. Assalamualaikum.. Seketika ia menarik tanganku menjauh.
*****
” Akhirnya kita sampai juga. Ya udah aku duluan ya..” Ucap kayla padaku
“Iya hati-hati” Ku lambaikan tanganku padanya
Berjalan memasuki bangunan tua yang usang. “Assalamualaikum.. ” Kataku dengan nada sedikit dikeraskan
Ternyata ayah sudah menungguku dari tadi. Ia tersenyum,,, senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya. Senyum yang membuatku selalu bersemangat tuk mempersembahkan yang terbaik untuknya.
Ku cium punggung tangannya. Tangan yang semakin keriput dimakan usia. Lalu ayah mengecup ubun-ubun kepalaku. Aku tersenyum, dan meminta diri tuk masuk kekamarku. Tapi_
“Nak… Kemarilah. Ada yang ingin ayah katakan.
Aku menoleh, lalu berjalan mendekati ayah.
” Ya yaah.??? Kataku
“Dengarkan ayah nak… Sekarang kamu sudah besar. Tapi ayah tidak mau kamu menikah sebelum kamu sukses. Ayah harap, ayah punya umur yang panjang.. Agar esok ayah bisa melihat kamu berdiri bangga dengan baju kesuksesanmu.
Aku diam.. Tertunduk…
Ayah menangis.???? Aku tertegun. Kenapa ayah tiba-tiba bicara soal nikah?? Aku kan baru sembilan belas tahun.??
Ayah mendekatiku.. Didekapnya tubuhku dalam pelukannya. ” Ayah.?? Tapi kenapa.??? Ku beranikan diriku tuk bertanya pada ayah.
“Ayah kenapa menangis.?? Kenapa tiba-tiba bicara soal ini.?? Tanyaku pada ayah
Ayah melepas pelukannya..
” Ayah hanya takut kamu cepat pergi meninggalkan ayah. Ayah tidak mau kehilangan kamu secepat itu.. Ayah belum siap melihat kamu melupakan ayah..”
Aaakkuuu…?? Tiba-tiba air mataku menetes mendengar apa yang dikatakan ayah. Kembali ku dekap kan pelukanku pada ayah.
“Fatimah minta maaf… Fatimah akan dengar apa yang ayah katakan.. Fatimah nggak akan lupain ayah… Fatimah nggak akan ninggalin ayah sendiri… Fatimah janji yah.. ” Kataku dengan nada sesenggukan
Hari itu adalah hari di mana pertama kalinya aku melihat ayah menangis. Segala duka dan kekhawatiran ayah di labuhkan sore itu padaku.
*****
“Alhamdulillah.. ” Lirih ku. Aku dan ayah baru selesai sholat terawih bersama. Tiba-tiba_
“Took.. Took.. ” Suara gedoran pintu
“Eeh siapa malam-malam.?? Tanyaku pada ayah
” Coba kamu lihat.. Mungkin itu tetangga atau mungkin teman kamu.” Jelas ayah padaku
“Iya yah…” Jawabku lalu berjalan mendekati pintu.
Sesaat_
“Assalamualaikum…
Aku terdiam.. Mematung.. Tak percaya.. ” Ini bukannya Ali.?? Cowok yang di masjid tadi.?? Dia mau ngapain kesini.??
“Assalamualaikum..??? Apa benar ini rumah seorang wanita surga.?? Fatimah az-zahra.?? Tersenyum padaku
” Aahh iyya.. Benar.. Itu saya.. Tapi ada apa.?? Gugup
Tiba-tiba ayah keluar menemuiku
“Ada tamu ternyata.?? Mari silahkan masuk.. Kenapa dibiarkan berdiri di pintu tamunya Fatimah…
” Eeh iya yah.. Mari silahkan
Aku mempersilahkan Ali tuk masuk. Tapi ia tak datang sendiri.. Itu siapa.?? Mungkinkah itu kedua orang tuanya?? Aah yang benar saja. Ngapain dia harus bawa orang tua.?? Emang mau lamaran.?? Ah yang benar saja kamu Fatimah.. Kataku dalam hati
“Iya.?? Ada yang bisa kami bantu.?? Ucap ayah memulai pembicaraan
” Iya Pak…. Perkenalkan, saya Muhammad Ali. Ini kedua orang tua saya.
Aku terkejut… Kedua orang tuanya.?? Dia mau ngapain.??
“Saya baru bertemu dengan Fatimah tadi pagi. Dan maksud saya kesini….
Ia terdiam. Ayah menatap dengan wajah serius..
” Lanjutkan nak.. Kata ayah seketika
“Saya dan kedua orang tua saya… Bermaksud untuk melamar Fatimah..
Ayah terdiam… Wajahnya seketika berubah. Tak ada lagi goresan senyum indah itu.
” Ayah.???? Ucapku_
___________


Penulis

12 COMMENTS
  • Muhammad Azwar
    Reply

    good

  • Suharyati Pebria Ningsih
    Reply

    Nayla===Kayla
    Digunakan===digemakan
    Apapa===apa
    Maaf, tanda baca sebenarnya tidak seperti itu.. ????

  • Fatihin
    Reply

    Abot bece belo lalok

  • Fatihin
    Reply

    Abot ke mece belo lalok

  • Riki Rahman hakim
    Reply

    Good ini sangat mengesankan ????

  • Riki Rahman hakim
    Reply

    Aok ke ye wh

  • Raden jompo
    Reply

    Ini keren

  • Nikmatul amni
    Reply

    Keren banget kakak

  • Wilfatin amni
    Reply

    Nice story friend?

  • syukma
    Reply

    extraordinary,

  • RB
    Reply

    Good

  • Raudatul jannah
    Reply

    ???ma syaa Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *