Ketika Hidayah Datang,Hijrahpun Ku Lalui Secara Perlahan

Hijrah adalah suatu kondisi dimana seseorang berada pada tahap memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Namun,tidak semua manusia dapat dengan mudah memperbaiki diri mereka dengan sebaik-baiknya dalam waktu yang sangat singkat. Banyak proses,bahkan rintangan yang harus dilalui dengan penuh kesabaran dan keteguhan iman. Seperti itulah hal-hal yang saya alami dalam proses hijrah saya.

Semua berawal pada saat saya berada di bangku kelas 5 SD.

Nama saya Siti, sejak kecil saya sudah diajarkan tentang agama oleh kedua orang tua saya,dan saya selalu mengikuti apa saja yang diperintahkan oleh kedua orang tua saya. Tetapi ada satu hal yang belum bisa saya jalankan dari semua ajaran agama yang sudah saya terima dari kedua orang tua saya,yaitu berhijab. Karena menurut saya saat itu saya masih cukup muda untuk benar-benar memakai hijab.

Sampai pada saat saya lulus SD pun saya masih belum memiliki keinginan untuk berhijab. Namun,kedua orang tua saya menyuruh saya untuk memakai hijab pada saat SMP nanti. Saya langsung berfikir apakah saya harus menyanggupi permintaan orang tua saya tersebut atau menolaknya. Sampai pada akhirnya saya pun menyanggupi permintaan orang tua saya tersebut, dengan syarat hanya pada saat sekolah saja.

Hari pertama saya bersekolah di SMP pun tiba. Saya bersekolah dengan penuh kesungguhan,karena saya pikir di SMP inilah dimulainya perjuangan saya untuk bisa mencapai semua cita-cita saya. Detik demi detik saya lalui dengan penuh semangat dan kerja keras,karena yang saya harapkan hanya satu,yaitu saya harus bisa mewujudkan impian saya.

Saya bersekolah di sekolah swasta,yang menurut saya tidak terlalu ketat peraturan. Walaupun seperti itu saya tetap berusaha untuk tidak melewati batas dalam pergaulan. Saya tetap bersekolah dengan selayaknya,berusaha memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya,dan mewujudkan apa yang sudah saya impi-impikan. Karena jika saya sudah mempunyai keinginan dan tekad itu harus terpenuhi,begitulah sifat saya.

Sampai suatu ketika saya pun lulus dari SMP dengan nilai yang terbaik. Senyuman pun terpancarkan dari wajah kedua orang tua saya. Namun anehnya,saya merasa seperti masih ada yang kurang,tetapi saya tidak tahu apa sesuatu yang kurang tersebut. Saya merasa bahagia orang tua saya itu seperti tidak sempurna.

Tetapi saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut, saya sudah cukup bangga,karena dengan hasil yang saya capai ini dapat mengantarkan saya pada salah satu SMA favorit.Tes demi tes saya lalui dengan penuh kesungguhan,yang diharapkan saya dapat lulus tes dengan memasuki kelas yang menurut saya dapat membuat bangga kedua orang tua saya yaitu kelas MIPA. Satu hari pun berlalu,hasil tes itupun telah keluar. Setelah ibu saya membukanya ternyata saya lolos memasuki kelas MIPA tersebut. Tangis haru pun terpancar jelas dari wajah ibu saya,ia memeluk saya dengan penuh kebahagiaan. Saya sangat bahagia, akhirnya saya dapat bersekolah di SMA yang sangat saya idam-idamkan.

Waktu untuk saya mulai bersekolah di SMA tersebut pun tiba,saya dengan semangat bersiap untuk pergi dan mengetahui bagaimana hari pertama saya di sekolah tersebut. Ternyata pada hari pertama saya tidak langsung belajar. Namun, saya diperlihatkan dengan ekstrakurikuler yang ada di sekolah SMA tersebut. Dari sekian banyak ekstrakurikuler yang ada,entah mengapa saya tertarik dengan salah satu ekstrakurikuler yang seakan membuat saya terhipnotis,yaitu ROHIS.

Keaktifan sekolah pun akhirnya tiba, sama halnya dengan ekstrakurikuler yang ada di sekolah tersebut. Untuk pertama kalinya saya mengikuti ekstrakurikuler yang sudah saya pilih, yaitu ROHIS. Diawali dengan perkenalan, pendekatan,sampai pada akhirnya saya sedikit demi sedikit mengikuti semua kebiasaan mereka,yaitu melaksanakan sholat Dhuha,membaca Al-Qur’an sampai mengikuti kajian-kajian islami. Namun,hanya satu yang masih sulit saya lakukan,yaitu menutup aurat dengan sebaik-baiknya.

Kegiatan demi kegiatan di ROHIS selalu saya jalankan,sampai suatu ketika saya mengikuti kegiatan muhasabah. Dimana kegiatan ini dapat membuat hati saya tergerak, karena saya langsung teringat dengan semua perkataan kedua orang tua saya tentang memakai hijab. Bahkan saya pun teringat dengan semua sifat kesombongan saya,yang selalu berfikir bahwa saya mampu mencapai semua keinginan saya.

Sehingga dengan perlahan saya pun berusaha untuk belajar menutup aurat dengan sebenar-benarnya,saya berusaha memperbaiki diri dan merubah sifat buruk saya itu. Dimulai dengan berusaha Istiqomah memakai hijab yang benar,lalu memakai pakaian yang dapat menutupi aurat,bahkan sampai pada akhirnya saya mencoba untuk memakai kaos kaki. Setelah lama memakai hijab saya merasa tenang, saya merasa nyaman dalam menjalankan segala aktivitas.

Dua minggu pun berlalu,betapa banyak yang saya dapatkan semenjak saya bergabung dalam ekstrakurikuler ROHIS ini. Saya semakin rajin dalam menjalankan ibadah-ibadah,baik wajib maupun sunnah. Sampai pada akhirnya saya pun mengikuti pengajian di salah satu tempat pembelajaran Al-Qur’an. Setelah lama mengaji di tempat pembelajaran Al-Qur’an tersebut,tidak disangka saya pun dipercaya untuk ikut mengajar disana. Betapa bangganya kedua orang tua saya melihat perubahan saya saat ini. Saya sudah tidak lagi sombong,dan bahkan saya sudah mewujudkan keinginan kedua orang tua saya untuk berhijab.

Ternyata benar, Allah tidak pernah mendatangkan hidayah dengan terlambat, semuanya tepat pada waktunya. Allah mengirim hidayah tersebut lewat ROHIS,saya bahagia akhirnya saya dapat menjadi wanita yang lebih baik,saya dapat membuat bangga kedua orang tua saya bukan dalam hal duniawi saja,tetapi dalam hal akhirat juga. Sedikit demi sedikit, rintangan demi rintangan saya hadapi dengan perlahan. Sampai pada akhirnya saya pun mendapatkan akhir yang membahagiakan. Saya sadar bahwa kita tidak hanya harus baik dalam hal duniawi saja,tetapi dalam hal akhirat juga. Sehingga hidup kita dapat berjalan dengan penuh keseimbangan dan keberkahan.


Penulis

2 COMMENTS
  • If clay
    Reply

    Proud of you:”

  • Tata aulia
    Reply

    Masya allah ceritanya sangat menginspirasi. Semangat selalu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *