Ratapan Ramadan


Post Views: 0 Bermula dari hidangan sahur Kami jadikan bekal petualangan Semenjak fajar menyembul Hingga surya sirna di ujung lautan Menapaki garis perintahMu Sebagai hamba yang maha debu Tertatih memikul lapar-dahaga Melatih hati yang kerap angkara Setan-setan yang Kau borgol Meronta-ronta dalam diri Dalam dada yang begini kotor Sering kali iman gagal terkendali Tarawih menjanjikan

Bujang yang Malang


Post Views: 0 Belum penuh seluruh kesadaran Bujang makan dengan enggan Tepat saat azan subuh berkumandang Ia bangkit ‘tuk tunaikan kewajiban Lalu sudah Bujang masih tertidur kala matahari naik sepenggalah Tepat saat matahari di atas kepala Ia bangkit ‘tuk tunaikan kewajiban Lalu sudah Kala petang datang Bujang baru pulang Hanya untuk menunaikan kewajiban Lalu sudah

Inti Candu Ramadhan


Post Views: 0 Di dalam bulan Ramadhan Menyerukan hati untuk melangkah Menuju pemurnian iman Sebagai pendekatan kepada Allah Tentang langkah yang terpijakkan Di atas tanah untuk bersujud Tentang alamat yang tertujukan Di sebuah tempat untuk beradab Mari berjalan menuju kebenaran Dengan perbincangan yang hangat Bertemakan perbaikan Agar memperoleh rahmat Iri dengki dijauhi Amarah nafsu ditunda

Sir Karim Ramadhan


Post Views: 0 Sir Karim Ramadhan Abdul Aziz Ketika sinarmu kan tiba Kau disambut penuh nuansa: Euforia, rintik sedu dan tangis rindu Sang pemuja menyiapkan segala Tanah lapang ditanam disiram Sampai menuai, kau santap bersama Di atas lampit merajuk, bercengkerama dalam-dalam. Layak sejoli; ia turuti pinta Pokok ditunai, amal diderma Terang berlapar gelap merapal Anggal

RAMADHAN


Post Views: 0 Hai ramadhan Engkaulah bulan istimewa Betapa gembiranya kami menyambut Lama hati ini haus jiwa ini mengering Sesungguhnya engkau bulan yang mulia Engkaulah bulan yang diagungkan diantara bulan-bulan yang lain Allah mengobral pahala Wahai orang-orang yang berpuasa pada bulan ramadhan Inilah bulanmu Padanya Allah menganjurkan Perbanyaklah pahala Betapa sangat beruntungnya Orang yang mentaati

Indahkan Diri


Post Views: 0 Kepada setetes air hujan yang diantar malaikat Dan turun di malam Ramadan Aku harap agar doa baik teriring padanya Hiruk-pikuk ini sudah menjadi tamparan Barangkali betul Ramadan kali ini tak sama Namun cahayanya hangat terasa Kau tetap menemani kegelisahan hati insan manusia Tetapi kau mendekapnya lekat-lekat Menjelaskan bahwa tak usah ragukan resah

Sepertiga Malam Terakhir Ramadhan


Post Views: 0 Kesyahduan sepertiga malam terakhir Ramadhan menyapaku lembut Hilangkan kantuk yang mendera tak tertahankan tuk bersujud Kehangatan menyelemuti jiwa yang hampa sibuk mengejar dunia Dunia fana yang dipenuhi maksiat hingga lenyapkan waktu terbuang sia-sia Dalam sunyi sepertiga malam terakhir Ramadhan aku meratapi jejak yang telah terlewati Melekat dalam ingatan kala kusambut Ramadhan dengan

Selangkah Menuju Bahagia


Post Views: 0 Kemuliaanmu tak berjanji seribu milyar Namun, lebih berharga dari seribu malam Entah harus bergelak tawa atau meneteskan air mata perpisahan Sebab, ketukanmu belum tentu terjawab tahun depan Mengapa kau begitu cepat pulang? Padahal, kemarin tak berbilang nilai disisiNya kau datang Menghiasi suram masa kelam, berharap noda merah berganti jiwa ikhlas Dengan koar-koar

Apostrof Kerinduan


Post Views: 0 APOSTROF KERINDUAN Di Penghujung Ramadan Takbir berkumandang Jika ada kata nan hilang Itu adalah sebuah kerinduan Tentang bulan penuh harapan Tentang bulan penuh ampunan Ramadan Aku bersamamu satu purnama Merangkai doa dalam sujud hening Dalam lubuk jiwaku melebur lembaran usang Diri penuh lumpur dosa Diri penuh catatan noda Ramadan telah mengajarkanku Sebuah

Ramadhan Berbalut Pandemi


Post Views: 0 Tuan ramadhan tahun ini datang membawa kejutan Sebuah ajaran yang sudah lama manusia tinggalkan Perihal jalan melewati hidup penuh kesederhanaan Secuil ikhtiar bagi pengharap ridho Sang Rahman Tentu saja gara-gara pandemi, wahai tuan dan puan Makhluk abstrak penginveksi tanpa kenal ampunan Tapi dia bukan pula bisa disebut sejenis iblis atau setan Kemampuannya