Bergembira Datangnya Ramadhan Karena ada Keuntungan Dunia (1)


Post Views: 340 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada

Puasa: Mencapai Nikmatnya “Berdialog” dengan Tuhan


Post Views: 359 Sebagai sebuah ibadah, puasa sangatlah “unik”. Tidak sekadar ruang “komunikasi” makhluk kepada Tuhannya, tidak sekadar ruang kontemplasi dalam mensyukuri hidup, puasa juga melatih seseorang untuk dapat mengendalikan hawa nafsunya, dan juga dapat mengatur dinamika kehidupan sosialnya. Ibadah puasa bukanlah ritual para petapa yang tidak makan dan minum dengan mengasingkan diri ke hutan-hutan,

Puasa dan Eskatologi Islam


Post Views: 374 Salah satu ajaran Islam yang esensial adalah keimanan kepada hari akhirat. Menurut Fazlur Rahman (1919-1988), tokoh neo-modernisme Islam, ide pokok yang mendasari ajaran mengenai hari akhirat (eskatologi) dalam Al-Qur’an adalah, bahwa akan tiba suatu saat ketika setiap manusia akan memperoleh kesadaran unik yang tidak pernah dialaminya pada masa sebelumnya mengenai amal perbuatannya.

Esensi Ketuhanan dan Sosial dalam Ibadah Puasa


Post Views: 326 Dalam konteks ibadah, Islam selalu memiliki ajaran-ajaran yang tidak hanya memiliki esensi ketuhanan (ulûhiyyah), akan tetatpi juga esensi kemanusiaan (ubûdiyyah). Islam senantiasa menerapkan dua esensi ini untuk menyeimbangkan kehidupan manusia yang memiliki dua garis hubungan, pertama garis horizontal yakni hubungan antara dengan Tuhannya (hablumminallah), kedua garis vertikal yaitu hubungan antara manusia dengan

Kaffarat


Post Views: 402 Kaffarat adalah ganjaran atau hukuman. Kaffarat jatuh pada seseorang jika ia melakukan persetubuhan secara sengaja di bulan puasa. Namun jika ia tak sengaja atau lupa maka tak mengapa. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Ibn Abbas,bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Bahwasanya Allah tiada menyalahkan ummatku karena mengerjakan sesuatu

Qadha dan Fidyah


Post Views: 390 Qadha adalah ganti atau membayar kewajiban yang ditinggalkan. Masyhur membayar puasa yang ditinggalkan bisa dilakukan sepanjang hari, kapan saja di bulan selain bulan Ramadhan. Tapi sebagian ulama menetapkan bahwa mengqadha puasa Ramadan yang ditinggalkan wajiblah beriring-iringan, tak boleh berselang-selang. Tetapi sebagian ualam lain membolehkan berselang-selang. Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dari Ibn Umar

Hal Membatalkan Puasa


Post Views: 357 Di permulaan Islam, ketika baru-baru datang perintah wajib puasa, kaum muslimin menyelenggarakan makan minum dan bersetubuh di kala terbenam matahari, sehingga shalat isya, atau sehingga tidur saja. Sesudah itu tidak lagi makan minum dan menjima’i istri. Sekali peristiwa terjadilah pelanggaran atas aturan itu yang dilakukan Sayidina Umar Ibn Khaththab. Pada suatu malam

Makruh Puasa


Post Views: 431 Sebagian ulama memakruhkan hal-hal di bawah ini ketika sedang menjalani ibadah puasa. Adapun hal-hal yang dimakruhkan antara lain: Mencium bunga atau bebauan yang mencolok (ada beberapa ulama yang menghukumkan mubah). Berbekam/ menyedot darah Merasa makanan dengan lidah, dan mengunyah-ngunyah benda keras yang tidak hancur, seperti karet dan sebagainya. Mewisalkan puasa atau menyambung

Sunah Puasa


Post Views: 407 Para Ulama fikih merangkum beberapa sunah dalam berpuasa. Sunah-sunah itu antara lain: 1. Makan sahur dalam jumlah memadai di waktu yang dekat dengan datangnya fajar sadiq Anjuran ini memenuhi aspek rasional dan spiritual sekaligus. Orang yang mengakhirkan sahurnya secara logis akan lebih kuat menjalankan puasa karena pendeknya jarak antara makan terakhirnya dengan

Rukun Puasa


Post Views: 368 Rukun puasa disepakati hanya satu, yaitu menahan diri dari segala yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Namun Mazhab Maliki dan Syafi’i menambahkan rukun ini dengan niat. Ayat ke-187 surah Al-Baqarah, mendasari rukun puasa tersebut, “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa