Post Views: 197 Ramadan ini menjadi Ramadan pertama bagi diriku. Terus terang saja, aku memutuskan untuk berpindah agama Islam tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Entahlah, rasanya belum siap jika harus mengatakan yang sebenarnya kepada mereka. Waktu itu, tepatnya satu tahun yang lalu ditemani oleh seorang sahabat, aku mengucapkan kalimat syahadat di sebuah KUA (Kantor Urusan Agama)
Author: Francisca Fefriana
Pintaku dan Tuhanku
Post Views: 300 Pintaku dan Tuhanku By : Muezzalova Sudah satu tahun lamanya, aku berpisah dengan kedua orang tuaku. Aku memilih tinggal bersama nenek. Padahal jarak antara keduanya hanya berkisar seratus meter. Aku melakukan itu untuk menghindari perdebatan, khususnya dengan orang tuaku. “Bila, Ayah ingin setelah lulus kamu langsung kerja,” ucap Ayah saat aku masih
Mutiara di Sebuah Kursi Roda
Post Views: 309 Pada waktu sepertiga malam terakhir, ada seorang anak perempuan mengenakan mukena sembari menghadap kiblat. Ia pun tampak menyebut Asma Allah dengan suara yang lirih. Sembari mengingat keagungan Allah, dia pun kembali teringat sepenggal kata yang telah di jadikannya prinsip hidup, yaitu: “Jangan salahkan fisik sebagai faktor penghambat kesuksesanmu. Tetapi, tanyakan dahulu pada
Mutiara di Sebuah Kursi Roda
Post Views: 382 Pada waktu sepertiga malam terakhir, ada seorang anak perempuan mengenakan mukena sembari menghadap kiblat. Ia pun tampak menyebut Asma Allah dengan suara yang lirih. Sembari mengingat keagungan Allah, dia pun kembali teringat sepenggal kata yang telah di jadikannya prinsip hidup, yaitu: “Jangan salahkan fisik sebagai faktor penghambat kesuksesanmu. Tetapi, tanyakan dahulu pada
jangan takut denganku sekarang
Post Views: 1,325 Teruntuk kalian, ibu, ayah, saudara, teman-teman, seluruh manusia yang telah mengenaliku dengan masa lalu yang tak beradab. Sebelumnya, aku memohon maaf atas aku yang telah berubah diam-diam dan membuat kalian takut dengan semuanya. Ini aku, kenalilah aku dengan perubahanku. Jangan takut, langit pun menerima semuanya dengan lapang, lantas mengapa kalian enggan?. Ini
jangan takut denganku sekarang
Post Views: 162 Teruntuk kalian, ibu, ayah, saudara, teman-teman, seluruh manusia yang telah mengenaliku dengan masa lalu yang tak beradab. Sebelumnya, aku memohon maaf atas aku yang telah berubah diam-diam dan membuat kalian takut dengan semuanya. Ini aku, kenalilah aku dengan perubahanku. Jangan takut, langit pun menerima semuanya dengan lapang, lantas mengapa kalian enggan?. Ini
Selawat Penolongku
Post Views: 210 Rasa cinta telah Allah Swt. titipkan ke setiap dada manusia. Cinta tidak hanya terbatas pada lawan jenis saja, melainkan banyak bentuknya. Selain cinta kepada Allah Swt., salah satu cinta paling mulia adalah kepada Nabi Muhammad saw. Tentunya, cinta butuh pembuktian. Jika hanya di bibir saja, itu tandanya dusta. Sudah sewajarnya, kita mengikuti
Melangkah menuju ilahi
Post Views: 175 Di saat itu aku sedang menunaikan keinginanku mendekatkan diri kepada sang ilahi karena banyak sekali dosa dosa yang telah aku alami selama ini namaku an Najmi Syifa Annisa selama hidupku aku selalu mengikuti ajakan orang orang di sekitar rumahku apalagi teman temanku sebelum aku mengenal yang namanya shalat lima waktu walau aku
Matahari Sedang Tertawa Geli Melihatku Yang Terbirit-birit Menuju Masjid
Post Views: 183 Matahari mulai turun dari singgasana dan tengah bersiap tergelincir menuju ufuk barat. Sudah pukul dua siang dan hati kian gelisah. Aku tahu seharusnya aku mengambil kesempatan istirahat di awal waktu, mengambil napas, makan. Dan shalat. Tapi ada perseteruan hebat di dalam hati, antara dua pilihan yang saling berkelebat dan akhirnya menuju hasil
Surat
Post Views: 273 Surat Mojosari 1920 M Teruntuk Adnan, perkenalkan aku kiai Zainuddin Mojosari. Barangkali kau akan membaca surat yang kutulis dengan setengah ternganga. Tentu Adnan, surat ini benar-benar kutujukan padamu : santri yang hidup seabad kemudian saat surat ini ditulis. Dingin udara akhir malam menyapa. Semua masih tertidur kecuali burung hantu yang masih terjaga.